Perencanaan Bisnis09 November 20246 menit baca

Cara Menghitung BEP (Break Even Point)

Ketahui berapa banyak produk yang wajib terjual setiap bulan agar bisnis Anda tidak rugi dan balik modal.

Gunakan Tool Terkait:
Kalkulator BEP Online Gratis

Apa itu BEP (Break Even Point)?

BEP adalah kondisi di mana total pendapatan bisnis Anda tepat menutupi seluruh total pengeluaran (biaya tetap + biaya variabel). Di titik ini, laba bersih adalah Rp 0 (tidak untung dan tidak rugi).

Setelah melewati titik BEP, setiap unit tambahan yang Anda jual akan langsung menjadi laba bersih murni.

Biaya Tetap vs Biaya Variabel

1. Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya yang jumlahnya sama berapa pun jumlah barang yang terjual (sewa tempat, gaji pokok, internet bulanan).

2. Biaya Variabel (Variable Cost): Biaya yang naik seiring naiknya jumlah produk yang dibuat (bahan baku, botol, plastik, komisi per transaksi).

Rumus Perhitungan:BEP (Unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit)

Studi Kasus BEP: Usaha Laundry Sepatu

Biaya sewa ruko & listrik Rp 3.000.000/bulan. Biaya sabun dan packaging per pasang sepatu Rp 5.000. Tarif cuci Rp 30.000/pasang.

📊 Perhitungan BEP Cuci Sepatu
Biaya TetapRp 3.000.000
Margin Kontribusi per Pasang (Rp 30.000 - Rp 5.000)Rp 25.000
BEP Unit = Rp 3.000.000 / Rp 25.000 = 120 pasang sepatu / bulan
Tips Praktisi UMKM:
  • Gunakan angka BEP sebagai target minimal harian bagi tim penjualan Anda.
  • Jika hari kerja 25 hari, maka target harian adalah 120 / 25 = 5 pasang sepatu per hari.