Perencanaan Bisnis

Kalkulator BEP (Break Even Point)

Kalkulator BEP membantu Anda mengetahui titik impas usaha, yaitu kondisi ketika pendapatan sudah menutupi seluruh biaya bisnis. Gunakan kalkulator ini untuk memperkirakan jumlah produk atau penjualan yang diperlukan agar usaha mencapai titik impas.

1. Biaya Tetap Usaha (Fixed Costs)

Biaya yang jumlahnya tetap sama setiap bulan berapa pun jumlah penjualan

Rp 5.000.000
Rp
Rp
Rp

2. Harga Jual & Biaya Variabel per Unit

Rp

Harga per 1 pcs yang dibayar pembeli

Rp

Bahan baku + kemasan per 1 pcs

3. Simulasi Target Laba Bersih (Opsional)

Rp

Berapa laba bersih yang ingin Anda bawa pulang per bulan

Hasil Titik Impas (BEP)

Hasil kalkulasi otomatis & real-time

Hasil Instan
BEP Nominal Rupiah
Rp 8.333.333
Margin Kontribusi / Pcs
Rp 18.000
TITIK IMPAS (BEP UNIT)
278 Unit

Wajib menjual minimal 278 pcs/bulan agar tidak rugi

Rincian Perhitungan
Total Biaya Tetap (Fixed Cost)Rp 5.000.000
Harga Jual per PcsRp 30.000
Biaya Variabel per PcsRp 12.000
Margin Kontribusi per PcsRp 18.000
Rasio Margin Kontribusi60%
Target Penjualan (+ Laba Rp 5.000.000)556 Unit (Rp 16.666.667)
Minimal Omset Balik ModalRp 8.333.333

Apa Itu BEP (Break Even Point)?

Mengetahui titik balik modal agar operasional usaha Anda terlindungi dari kerugian.

Break Even Point (BEP) atau Titik Impas adalah titik keseimbangan finansial di mana total penerimaan omset usaha bernilai persis sama dengan total beban biaya yang dikeluarkan. Pada posisi ini, bisnis tidak mencatat laba dan tidak mengalami kerugian (profit = nol).

Dalam operasional bisnis UMKM, seluruh penjualan unit produk di bawah angka BEP berarti bisnis Anda sedang nombok (merugi). Sebaliknya, setiap unit produk yang berhasil terjual di atas angka BEP menghasilkan keuntungan bersih (profit) yang dapat dinikmati.

1. Biaya Tetap (Fixed Costs)

Pengeluaran rutin yang nilainya konstan setiap bulan tanpa dipengaruhi seberapa banyak produk yang terjual (contoh: sewa kios, gaji pokok karyawan, internet, retribusi toko).

2. Biaya Variabel (Variable Costs)

Biaya yang nilainya bertambah secara linier seiring dengan bertambahnya jumlah unit yang diproduksi (contoh: bahan baku, dus kemasan, stiker label, plastik belanja).

Cara Menghitung BEP

5 langkah praktis menghitung titik impas menggunakan kalkulator ini:

  1. 1Masukkan Biaya Tetap: Rincikan sewa tempat, gaji karyawan tetap, dan tagihan bulanan toko.
  2. 2Masukkan Biaya Variabel: Masukkan modal bahan baku dan kemasan per 1 unit produk.
  3. 3Masukkan Harga Jual: Isi nominal harga jual produk ke pelanggan.
  4. 4Target Profit (Opsional): Masukkan nominal laba bersih bulanan yang ingin diraih.
  5. 5Lihat Hasil BEP: Dapatkan angka titik impas dalam jumlah unit dan rupiah penjualan secara otomatis.

Rumus BEP

Rumus matematis perhitungan Break Even Point unit dan rupiah:

1. Margin Kontribusi Per Unit:
Margin Kontribusi = Harga Jual - Biaya Variabel
2. Titik Impas Unit (BEP Unit):
BEP Unit = Total Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi
3. Titik Impas Rupiah (BEP Rupiah):
BEP Rupiah = Total Biaya Tetap ÷ (Margin Kontribusi ÷ Harga Jual)
💡 Contoh Kasus Nyata:

Biaya tetap bulanan Rp 5.000.000, harga jual Rp 30.000/unit, biaya variabel Rp 12.000/unit. Margin kontribusi = Rp 18.000. Maka BEP Unit = 278 unit/bulan (Target omset minimal = Rp 8.333.334).

Cara Menggunakan Angka BEP untuk Target Penjualan

Jadikan angka titik impas sebagai Key Performance Indicator (KPI) operasional tim Anda.

Bagi Menjadi Target Harian

Jika BEP bulanan Anda adalah 120 unit dan toko buka 24 hari kerja, maka batas aman minimal yang wajib terjual adalah 5 unit per hari sebelum mulai menghitung laba bersih.

Optimasi Biaya Variabel

Membeli bahan baku dalam volume lebih besar (grosir) dapat menurunkan biaya variabel per unit, memperlebar margin kontribusi, dan mempercepat tercapainya titik balik modal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Jawaban seputar perhitungan Break Even Point dan target titik impas bisnis.

BEP (Break Even Point) atau Titik Impas adalah kondisi di mana total pendapatan usaha sama persis dengan total keseluruhan biaya pengeluaran (biaya tetap + biaya variabel), sehingga bisnis tidak mengalami kerugian dan belum mencetak keuntungan (profit = 0).